5 Hal yang Mesti Diwaspadai Pengemudi


Berbagai orang memiliki berbagai cara untuk mengendarai kendaraan mereka. Ada yang tampak santai, tergesa-gesa, hingga mereka yang sepertinya tak mengindahkan aturan lalu lintas yang berlaku, juga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Walau kita merasa sudah berkendara dengan hati-hati, menurut Joel Deksa Mastana, Kepala Instruktur Safety and Skills Motorcycle Academy Indonesia, ada lima kesalahan yang kerap tak disadari saat mengemudi namun bisa berakibat fatal.

"Pada prinsipnya, keseimbangan motor itu ditentukan oleh kita, walau saat ini banyak sekali fitur pada motor guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Tapi, kuncinya tetap ada pada kita," kata Joel saat berbincang dengan Beritagar.id beberapa waktu lalu.

Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, sambung Joel, kesalahan saat mengemudi bisa menimbulkan konsekuensi yang mesti dihadapi pengemudi. Berhadapan dengan hukum misalnya, terutama jika kecelakaan itu menghilangkan nyawa orang.

Karenanya, tak hanya dituntut mahir dalam berkendara, namun juga tak boleh abai dalam memperhatikan lingkungan sekitar kita.


Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia menuliskan kecelakaan pada sepeda motor mendominasi jumlah kecelakaan berdasarkan jenis kendaraan pada semester 2 tahun 2016 dan semester 1 tahun 2017.

Walau Joel berbicara mengenai lima hal yang wajib diperhatikan pengemudi motor, namun kami melihat kelima hal tersebut juga berguna untuk diketahui para pengemudi mobil.

Berikut penjelasan singkat mengenai kelima hal tersebut, seperti dipaparkan Joel.

Pertama, menyalip dengan jarak pandang terbatas. Banyak pengendara yang tak sadar betapa bahayanya menyalip kendaraan lain dalam kondisi jarak pandang yang terbatas (blind spot).

Terlebih ketika hal itu dilakukan tanpa memberi tanda berupa lampu sein atau membunyikan klakson.
"Jangan sekali-kali menyalip dalam kondisi blind spot, itu bahaya. Jika pun berhasil, itu hanya keberuntungan saja," tandasnya.

Joel menyarankan, pengemudi lebih baik bersabar, memiliki jarak pandang cukup, dan memperhitungkan laju laju kendaraan sebelum memutuskan menyusul kendaraan di depan.


Grafik jumlah kecelakaan berdasarkan jenis kecelakaan di Indonesia pada semester 2 tahun 2015 dan semester 1 periode 2016 itu menunjukkan kecelakaan yang paling banyak merenggut nyawa adalah tabrakan depan, atau dikenal dengan istilah "adu banteng".

Kedua, jaga jarak dengan mobil yang tengah atau hendak parkir. Banyak kasus pemotor yang tertabrak mobil parkir yang tiba-tiba mundur jika berada di belakangnya atau tersenggol pintu yang tiba-tiba terbuka saat berada di sampingnya.

Disarankan Joel, Anda sebaiknya menjaga kecepatan serta jarak dari sisi mobil terparkir jika menghadapi situasi ini. Karena di kota besar seperti Jakarta, jamak ditemui mobil yang terparkir paralel di pinggir jalan.

Ketiga, waspada terhadap kendaraan yang tampaknya akan putar arah (u-turn). Di Indonesia, tak jarang kendaraan, khususnya mobil yang akan putar arah menyalakan lampu sein terlambat.

Tak sedikit juga pengemudi mobil atau motor yang mengambil ancang-ancang dengan mengambil jalur agak ke kiri sebelum tiba-tiba berbelok ke kanan dan berputar.

Dalam kondisi ini, disarankan Anda mengurangi kecepatan. Jika melihat ada rambu putar arah di depan, sebaiknya Anda segera pindah ke lajur kiri, guna menghindari potensi kecelakaan, baik dari kendaraan yang searah atau pun yang berlawanan.

Keempat, yang sering dikampanyekan adalah menjaga jarak aman antarkendaraan. Bagi pengendara motor, ini tentunya penting karena ada kemungkinan terjatuh jika motor direm mendadak.

Jika tak mampu mengira-ngira jarak aman, usahakan agar kecepatan motor Anda tak terlalu tinggi, sehingga jika sesuatu hal terjadi secara mendadak, Anda pun dapat mengantisipasi dengan baik.

"Ini aturannya sudah ada, sudah jelas. Tinggal dilaksanakan dengan baik," tegas Joel.

Terakhir, jangan ngebut. Pemerintah juga telah mengatur batas kecepatan kendaraan berdasarkan kategori wilayah. Jika di dalam jalan umum perkotaan, maka disarankan kecepatan maksimal Anda hanya menyentuh 50-60 km/jam.

Ngebut, kata Joel, tak selalu mengantarkan Anda lebih cepat ke tujuan, tapi juga bisa mengantarkan Anda lebih cepat ke liang lahat.

"Ngebut ada aturannya, batasi dan pahami," pungkas Joel.




[beritagar.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar