Waktu Ideal Penggantian Ban Mobil


Ban menjadi salah satu perangkat penting kendaraan yang harus diperhatikan para pengendara. Sebagai salah satu komponen vital untuk mendukung laju kendaraan, tak jarang kondisi ban luput dari perhatian pengguna sehingga dapat mengundang risiko kecelakaan akibat terjadinya keausan.

Salah satu akibat fatal yang kerap terjadi saat kondisi ban diabaikan adalah pecah ban ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi, gejala selip di medan aspal, atau suara bising berlebih akibat gesekan ban ke jalan. Bila gejala tersebut timbul, artinya ban harus segera menjalani pengecekan apakah kondisinya masih layak pakai atau bahkan sudah waktunya diganti.

Cara paling mudah mendeteksi kelayakan ban adalah dengan mengetahui masa pakai ideal ban tersebut. Setiap jenama ban sudah menyematkan informasi mengenai parameter umur pakai ban pada ban yang mereka produksi.

Misalnya Anda ingin melihat tanggal pembuatan ban. Pada dinding ban, terdapat susunan huruf dan angka yang menunjukkan waktu pembuatan ban tersebut. Misal pada ban tertulis 2607. Artinya angka 26 menunjukkan bahwa ban tersebut dibuat pada minggu ke-26 tahun 2007.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah memahami batas toleransi perihal kedaluwarsa ban. Umur 3 tahun pemakaian sudah masuk kategori warning (peringatan), sebab pada umumnya kompon karet ban sudah mengalami pengerasan. Hal tersebut juga tergantung pada kelembapan dan kondisi iklim di sekitar. Selama permukaan ban masih kenyal dan tidak retak, maka ban tersebut masih layak pakai meski lebih dari 3 tahun.

Pengecekan selanjutnya adalah dengan melihat jarak tempuh. Dalam pemakaian normal, biasanya pabrikan ban memberikan jarak tempuh maksimal 40.000 kilometer (km). Namun, situasi seperti ini juga tergantung dari kondisi ban. Jika masih kenyal dan tidak ada retak, ban bisa tetap digunakan.

Di sini Anda harus memerhatikan secara teliti kondisi ban dengan keausan yang tak merata, seperti aus di area sisi dalam ban atau aus di sisi luarnya. Bila sudah terlihat adanya benang, bisa dipastikan ban Anda harus segera diganti.

Kondisi terburuknya adalah jika ban mengalami getas cukup parah. Jika hal ini sudah terjadi, secepat mungkin ganti ban Anda. Bila kembang ban juga sudah menyentuh TWI (Tread Wear Indicator) yang terdapat di antara kembang ban, mau tak mau ban harus segera diganti.

Mengukur gejala penggantian ban juga dapat dilihat secara kasat mata. Anda dapat mengecek kedalaman alur kembang ban untuk mengetahui tingkat keausan. Jika kedalaman alur ban kurang dari 1.6 mm, berarti ban sudah aus dan segera lakukan penggantian.

Poin terakhir adalah memastikan jika karet ban tidak mengalami gejala benjol. Benjolan yang dimaksud terdapat pada sisi luar dan samping ban. Jika benjolan tersebut sudah terlihat, maka ban harus lekas diganti. Sebab benjolan biasanya tidak tahan panas dan dapat mengakibatkan pecah jika dibiarkan terlalu lama.



[beritagar.id]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar