Tidak Semua Kendaraan Cocok Menggunakan Pertalite, Ini Cara Membedakannya


Pertalite merupakan salah satu bahan bakar keluaran Pertamina yang disebut memiliki tingkat pembakaran yang lebih tinggi dibandingkan Premium, tapi dengan harga yang relatif terjangkau. Pengemudi lalu berbondong-bondong memilih Pertalite untuk kendaraan mereka, meskipun beberapa kendaraan tidak mendapatkan hasil yang sempurna.

Pertamina sebagai produsen mengungkapkan spesifikasi Pertalite sudah cukup baik, tanpa kandungan timbal, mangan serta besi. Ditambah dengan kandungan sulfur yang hanya 180, artinya spesifikasi Pertalite mampu menghasilkan performa mesin yang lebih baik ketimbang bahan bakar jenis Premium.


1. Perhatikan kompresi mesin sebelum memakai Pertalite

Berada ditengah-tengah Premium dan Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 90, kendaraan yang menggunakan Pertalite harus memiliki spesifikasi tertentu guna mendapatkan pembakaran yang sempurna.

Pengemudi yang ingin menggunakan Pertalite harus memperhatikan kembali kompresi mesin kendaraan yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tenaga mesin yang optimal serta penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.

Dilansir dari Astraworld, untuk mendapatkan hasil yang optimal, mesin mobil harus memiliki rasio kompresi 9 hingga 10:1. Apabila rasio kompresi lebih besar dari 10:1, Anda sebaiknya menggunakan bahan bakar beroktan lebih dari 91. Beberapa contoh mobil yang cocok menggunakan Pertalite seperti Honda Brio, Avanza, dan Xenia.


2. Jangan ragu memakai Pertamax

Kebanyakan pengendara beralih ke Pertalite karena harga yang lebih murah dibandingkan Pertamax. Terlebih dengan kenaikan harga Pertamax baru-baru ini, banyak pengendara yang terbebani dengan harga Pertamax yang semakin melambung naik.

Karena itu, bagi pengendara yang ingin menukar bahan bakar dari Premium atau Pertamax ke Pertalite, kami sarankan agar Anda mengecek buku pedoman manual kendaraan terlebih dahulu. Buku manual biasanya menjelaskan bahan bakar terbaik yang diperlukan mobil.

Apabila rasio kompresi lebih besar dari 10:1, kami sarankan Anda untuk tetap menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih dari 91. Masalahnya, mesin dengan bahan bakar akan mengalami penurunan performa, misalnya tarikan mesin menjadi lambat hingga bahan bakar yang lebih boros. Lengkapnya, sama seperti ingin berhemat, malah jadi lebih boros.

Sering gonta-ganti bahan bakar juga membuat mesin menjadi cepat rusak. Karena itu, pastikan untuk menggunakan satu bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi pada buku manual kendaraan untuk mesin yang lebih awet, tahan lama, dan mampu melaju dengan tenaga optimal.



[cintamobil.com]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar