Tips Aman Berkendara bagi Pengguna Kacamata


Pengguna kacamata seringkali merasa khawatir ketika harus mengendarai kendaraan dikarenakan terbatasnya penglihatan ketika malam hari atau saat hujan. Bahkan pada siang hari pun, pengguna kacamata sering mengalami kesulitan akibat tingkat sensitifitas yang lebih tinggi sehingga menyebabkan pandangan menjadi silau.

Di Indonesia sendiri belum terdapat aturan mengenai batas maksimal tajam penglihatan mata seseorang untuk dapat mengemudi. Lain halnya dengan negara-negara seperti Singapura, Amerika dan di benua Eropa. Pada sejumlah negara tersebut, terdapat aturan mengenai minimal tajam penglihatan yang diperbolehkan untuk mengemudi dan itu berlaku untuk siapapun, berkacamata atau tidak.

Dibutuhkan kemampuan lebih bagi pengguna kacamata agar tetap aman selama berkendara. Anda dapat mensiasati kekurangan pada penglihatan dengan menerapkan beberapa tips ini:

  1. Pastikan kondisi kaca mobil bersih. Ganti wiper jika sudah tidak mampu membersihkan kaca dengan maksimal.
  2. Pastikan kacamata Anda tidak tergores dan selalu dalam keadaan bersih.
  3. Jika lensa kontak yang Anda gunakan sudah tidak nyaman, Anda bisa meneteskan cairan pelembab mata. Jika masih merasa tidak nyaman, segera lepas dan gunakan kacamata.
  4. Bagi pengendara mobil jangan mengarahkan AC langsung ke wajah untuk menghidari penguapan air mata yang mengakibatkan mata kering.
  5. Bagi pengendara motor hindari penggunaan balaclava untuk menghindari kaca helm berembun.


Sebagai pengguna kacamata, Anda bisa menerapkan beberapa tips diatas ketika mengendarai sepeda motor atau mobil. Tetap utamakan keselamatan dan jangan memaksakan diri bila pengelihatan Anda benar-benar dirasa buruk. Lebih baik menepi ketika Anda tidak mampu melanjutkan perjalanan pada malam hari ataupun saat hujan.



[ayoselamat.org]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar