9 Cara Merawat Mobil yang Benar agar Tetap Awet

Dalam melakukan perawatan memang sebaiknya diserahkan kepada yang lebih ahli seperti di bengkel. Tetapi, untuk perawatan yang sederhana pemilik kendaraan pun bisa melakukannya sendiri di rumah dan tidak harus pergi ke bengkel. Baca juga: Ini 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Jelang Akhir 2020 Berikut perawatan yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Ilustrasi mengganti air radiator Lihat Foto Ilustrasi mengganti air radiator(SHUTTERSTOCK) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email 1. Air radiator Melakukan pengecekan air atau cairan radiator menjadi salah satu cara dalam merawat kendaraan. Seperti diketahui, komponen radiator menjadi perangkat yang sangat vital pada kendaraan roda empat. Jika kondisinya tidak terpantau bisa saja menyebabkan terjadinya overheat hingga kerusakan yang lebih barah. Untuk itu, pengecekan cairan pada komponen ini perlu dilakukan agar kinerjanya tetap sempurna dalam mendinginkan mesin. Baca juga: Ingat, Penghapusan Denda Bukan Berarti Bebas Pajak Kendaraan "Yang pertama bisa dengan memeriksa ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan (reservoir). Sebab jika kekurangan bisa menyebabkan mesin overheat,” kata Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Kompas.com belum lama ini. Jika diketahui cairan kurang, Bambang melanjutkan, pemilik kendaraan bisa menambahkannya hingga sesuai dengan batas yang diperbolehkan. Periksa kondisi oli mesin dan air radiator Lihat Foto Periksa kondisi oli mesin dan air radiator(Ghulam Muhammad Nayazri/Otomania) 2. Periksa volume oli Volume oli juga perlu diperiksa untuk memastikan volume sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan yakni tidak kekurangan atau pun kelebihan. Cara mengecek sisa volume oli pada mesin, pemilik bisa menggunakan dipstick atau stik pengukur volume oli yang ada pada bagian mesin. Melalui stik pengukur oli tersebut, pemilik bisa mengetahui ketinggian pelumas yang tersisa di dalam mesin. Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Harus ke Samsat, Begini Caranya "Ketika oli terlalu banyak bisa menimbulkankan gelembung udara dan berimbas pada kemampuan dalam melumasi serta mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman. Sedangkan jika mesin kekurangan oli, kata Suparman, akibatnya bisa lebih fatal. Seperti, jantung pacu akan mengeluarkan suara sangat kasar karena timbul gesekan akibat pelumasan yang tidak menyeluruh. “Ujung-ujungnya mesin bisa rusak karena banyak keausan yang terjadi," katanya. Tabung Wiper Lihat Foto Tabung Wiper(toyotalampung.blogspot.com) 3. Air wiper Perawatan lain yang tidak boleh dilupakan adalah mengecek volume air wiper yang ada di dalam tangki cadangan. Meski terkesan sepele, tetapi ketersediaan air pada tabung reservoir wiper ini cukuplah penting, terlebih di musim hujan seperti sekarang ini. Yang mana kadang air hujan bisa menyebabkan kaca menjadi lebih kotor dari biasanya, sehingga dibutuhkan air wiper untuk membantu membersihkannya. Baca juga: Mengapa STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Perlu Diblokir? Ilustrasi reservoir minyak rem Lihat Foto Ilustrasi reservoir minyak rem(GridOto.com/Ryan) 4. Cek volume minyak rem Keberadaan minyak rem juga menjadi bagian dari perawatan mobil yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Untuk memastikan agar kinerja sistem pengereman tetap optimal, sebaiknya dipastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum. Jika diketahui minyak rem berkurang atau di bawah batas terendah, sebaiknya ditambah agar sesuai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidak Perlu ke Bengkel, Ini Tips Mudah Merawat Mobil Sendiri", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/15/142200515/tidak-perlu-ke-bengkel-ini-tips-mudah-merawat-mobil-sendiri?page=all.
Penulis : Ari Purnomo
Editor : Aditya Maulana

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Cara Merawat Mobil yang Benar
Dalam melakukan perawatan memang sebaiknya diserahkan kepada yang lebih ahli seperti di bengkel. Tetapi, untuk perawatan yang sederhana pemilik kendaraan pun bisa melakukannya sendiri di rumah dan tidak harus pergi ke bengkel. Baca juga: Ini 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Jelang Akhir 2020 Berikut perawatan yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Ilustrasi mengganti air radiator Lihat Foto Ilustrasi mengganti air radiator(SHUTTERSTOCK) Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email 1. Air radiator Melakukan pengecekan air atau cairan radiator menjadi salah satu cara dalam merawat kendaraan. Seperti diketahui, komponen radiator menjadi perangkat yang sangat vital pada kendaraan roda empat. Jika kondisinya tidak terpantau bisa saja menyebabkan terjadinya overheat hingga kerusakan yang lebih barah. Untuk itu, pengecekan cairan pada komponen ini perlu dilakukan agar kinerjanya tetap sempurna dalam mendinginkan mesin. Baca juga: Ingat, Penghapusan Denda Bukan Berarti Bebas Pajak Kendaraan "Yang pertama bisa dengan memeriksa ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan (reservoir). Sebab jika kekurangan bisa menyebabkan mesin overheat,” kata Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Kompas.com belum lama ini. Jika diketahui cairan kurang, Bambang melanjutkan, pemilik kendaraan bisa menambahkannya hingga sesuai dengan batas yang diperbolehkan. Periksa kondisi oli mesin dan air radiator Lihat Foto Periksa kondisi oli mesin dan air radiator(Ghulam Muhammad Nayazri/Otomania) 2. Periksa volume oli Volume oli juga perlu diperiksa untuk memastikan volume sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan yakni tidak kekurangan atau pun kelebihan. Cara mengecek sisa volume oli pada mesin, pemilik bisa menggunakan dipstick atau stik pengukur volume oli yang ada pada bagian mesin. Melalui stik pengukur oli tersebut, pemilik bisa mengetahui ketinggian pelumas yang tersisa di dalam mesin. Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Harus ke Samsat, Begini Caranya "Ketika oli terlalu banyak bisa menimbulkankan gelembung udara dan berimbas pada kemampuan dalam melumasi serta mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman. Sedangkan jika mesin kekurangan oli, kata Suparman, akibatnya bisa lebih fatal. Seperti, jantung pacu akan mengeluarkan suara sangat kasar karena timbul gesekan akibat pelumasan yang tidak menyeluruh. “Ujung-ujungnya mesin bisa rusak karena banyak keausan yang terjadi," katanya. Tabung Wiper Lihat Foto Tabung Wiper(toyotalampung.blogspot.com) 3. Air wiper Perawatan lain yang tidak boleh dilupakan adalah mengecek volume air wiper yang ada di dalam tangki cadangan. Meski terkesan sepele, tetapi ketersediaan air pada tabung reservoir wiper ini cukuplah penting, terlebih di musim hujan seperti sekarang ini. Yang mana kadang air hujan bisa menyebabkan kaca menjadi lebih kotor dari biasanya, sehingga dibutuhkan air wiper untuk membantu membersihkannya. Baca juga: Mengapa STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Perlu Diblokir? Ilustrasi reservoir minyak rem Lihat Foto Ilustrasi reservoir minyak rem(GridOto.com/Ryan) 4. Cek volume minyak rem Keberadaan minyak rem juga menjadi bagian dari perawatan mobil yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Untuk memastikan agar kinerja sistem pengereman tetap optimal, sebaiknya dipastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum. Jika diketahui minyak rem berkurang atau di bawah batas terendah, sebaiknya ditambah agar sesuai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tidak Perlu ke Bengkel, Ini Tips Mudah Merawat Mobil Sendiri", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/15/142200515/tidak-perlu-ke-bengkel-ini-tips-mudah-merawat-mobil-sendiri?page=all.
Penulis : Ari Purnomo
Editor : Aditya Maulana

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L1. Ganti Oli secara Rutin
1. Ganti Oli secara Rutin

Tips yang satu ini merupakan cara paling awam, yang bisa dilakukan pemilik kendaraan jika ingin mobilnya tetap prima. Biasanya, orang mengganti oli setiap 6 bulan atau per 10.000 km sekali.

Menurut pakar bila mobil sering digunakan di jalanan yang macet, gantilah oli setiap 5.000 km. Jika mesin terasa kasar dan olinya menghitam, itu juga bisa menjadi tanda untuk mengganti oli, lho!

2. Servis dan Tune up di Dealer Resmi

Ingin servis dan tune up mesin? Lakukan di dealer resmi sesuai pabrikan mobil, ya! Hal ini sepele, namun sangat penting. Pasalnya, kualitas dan pelayanan dealer resmi memiliki standar tersendiri.

Bila Anda melakukan servis dan tune up di bengkel biasa, pastikan spare part dan bahan yang digunakan benar-benar asli. Hal ini dimaksudkan, untuk menghindari kerusakan pada mesin mobil.

3. Periksa Kondisi Kopling dan Rem

Tidak cuma oli, mengecek kondisi kopling dan rem juga penting dilakukan sebagai cara merawat mobil yang benar. Jika perpindahan gigi terasa berat, itu saatnya Anda mengganti kampas kopling.

Disarankan saat kilometer mobil sudah mencapai 10 – 50 ribu, ganti kampas-kampas kopling yang aus jadi lebih baru. Cek pula kondisi rem setiap kilometernya sudah mencapai 20 ribu.

4. Ganti dan Isi Air Radiator

Salah satu penyebab mesin mobil mogok adalah habisnya air radiator. Jika terus-menerus dibiarkan, kondisi ini akan menjadi semakin parah dan berdampak pada sistem mobil secara keseluruhan.

Untuk menghindari hal itu, cek dan isi ulang air radiator mobil secara berkala. Jangan lupa, isi bagian tersebut dengan cairan coolant yang direkomendasikan agar kondisi mesin senantiasa terjaga.

5. Pastikan Aki Tidak Aus

Setelah mengecek air radiator, pastika air mobil berada pada level yang seharusnya. Pada bodi aki tersebut tersedia garis indikator (batas penanda) yang bisa Anda dijadikan sebagai patokan.

Sedang untuk mengetahui kondisi kelayakan aki, kita bisa mengujinya menggunakan alat pengukur voltmeter. Cukup mudah ‘kan, cara merawat mobil yang satu ini?

6. Cek Kondisi Kabel dan Lampu

Kabel-kabel yang terdapat pada mesin mobil tentu sangat banyak. Jika kinerjanya kendaraan terasa kurang prima, bisa jadi ada masalah pada kabel mesin tersebut.

Sebaiknya, segera periksakan kondisi mobil ke dealer resmi. Jangan lupa, periksa juga apakah lampu mobil masih dalam keadaan layak. Jika tidak, gantilah dengan yang baru sesuai rekomendasi pabrik.

7. Cek Kondisi Ban dan Tekanannya

Untuk menjamin keselamatan dalam berkendara, mengecek kondisi ban dan tekanannya sangat penting dilakukan. Tindakan ini seharusnya menjadi kebiasaan rutin minimal satu bulan sekali.

Terlebih jika Anda ingin melakukan perjalanan jauh. Selain memeriksa kelayakan ban, menyediakan ban serap atau cadangan sangat patut diperhitungkan sebagai langkah antisipasi.

8. Bersihkan Interior dan Eksterior Mobil

Supaya tetap kinclong dan nyaman digunakan, cara membersihkan mobil yang benar berikutnya adalah dengan membersihkan interior serta eksterior kendaraan.

Lagi-lagi, hal ini sangat sepele namun sangat sering kita lupakan. Padahal, mencuci mobil sendiri dapat menjaga keremajaan bodi. Hal ini juga berguna untuk mencegah timbulnya jamur dan karat.

9. Pilih Bahan Bakar Beroktan Tinggi

Dalam bahan bakar beroktan tinggi terdapat zat-zat yang berguna untuk meremajakan mesin. Karena itu, bahan bakar berjenis ini sangat direkomendasikan agar kondisi mobil tetap awet.

Itu tadi beberapa cara merawat mobil yang benar dan mudah. Jangan lupa, daftarkan kendaraan Anda dengan terpercaya agar keamanannya senantiasa terjaga!

 

[sumber]


[sumber]
Share on Google Plus

About Global Web

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar